Klinik Apollo, Jakarta – Infeksi jamur selangkangan adalah masalah kulit yang cukup umum, terutama pada area tubuh yang lembap dan mudah berkeringat. Kondisi ini sering disebut juga sebagai tine cruris atau jock itch, yaitu infeksi jamur dematofit yang menyerang lipatan selangkangan dan kulit di sekitarnya.
Meskipun umumnya tidak berbahaya, infeksi jamur selangkangan bisa menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman. Jika tidak tertangani dengan tepat, infeksi bisa meluar ke paha, bokong, area kemaluan, atau bagian tubuh lainnya.
- Apa Itu Infeksi Jamur Selangkangan?
- Ciri-Ciri Infeksi Jamur Selangkangan
- Berbagai Faktor Penyebab Infeksi Jamur
- Apakah Infeksi Jamur Selangkangan Bisa Menular?
- Bagaimana Cara Mengatasi Infeksi Jamur?
- Kapan Harus Periksa ke Dokter?
- Kesimpulan
- FAQ Seputar Infeksi Jamur Selangkangan
- Cek Penyebab dan Gejala Infeksi Jamur Selangkangan di Klinik Apollo Jakarta
Apa Itu Infeksi Jamur Selangkangan?
Infeksi jamur selangkangan atau tinea cruris, merupakan infeksi superfisal pada kulit yang disebabkan oleh kelompok jamur dermatofit, seperti Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton.
Jamur tersebut bisa berkembang pada kulit yang hangat, lembap, dan juga sering mengalami gesekan. Infeksi biasanya mengenai lipatan paha dan selangkangan. Pada sebagian kasus, ruam dapat menyebar ke paha bagian dalam, area kemaluan, bokong, atau sekitar anus.
Ciri-Ciri Infeksi Jamur Selangkangan
Infeksi jamur di area selangkangan, bisa menyebabkan berbagai ketidaknyamanan yang sangat mengganggu. Berikut di antaranya:
1. Gatal pada Selangkangan – Gatal merupakan salah satu keluhan yang paling sering terjadi. Rasa gatal bisa semakin terasa ketika berkeringat atau setelah melakukan aktivitas fisik.
2. Kulit Kemerahan – Area yang terinfeksi bisa tampak kemerahan atau lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya, tergantung warna kulit seseorang.
3. Muncul Ruam atau Bercak – Ruam biasanya berbentuk bercak atau plak dengan bagian tepi yang lebih aktif, menonjol, dan bersisik. Pada beberapa kasus, bagian tengah ruam terlihat lebih tenang dibandingkan bagian tepinya.
4. Kulit Bersisik dan Mengelupas – Infeksi bisa menyebabkan kulit menjadi kering, bersisik, bahkan mengelupas. Kondisi ini biasanya lebih jelas pada bagian tepi ruam.
5. Rasa Perih atau Terbakar – Selain gatal, sebagian orang bisa merasakan sensasi perih atau terbakar, terutama jika kulit mengalami iritasi akibat garukan atau gesekan.
6. Ruam Meluas – Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, ruam bisa meluas dari lipatan paha menuju paha bagian dalam, bokong, area kemaluan, atau bagian kulit lainnya.
Berbagai Faktor Penyebab Infeksi Jamur
Penyebab utamanya adalah pertumbuhan berlebihan jamur dermatofit pada kulit. Jamur lebih mudah berkembang pada lingkungan yang hangat dan lembap. Berikut beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risikonya, antara lain:
- Sering berkeringat
- Menggunakan pakaian atau celana yang terlalu ketat
- Area selangkangan sering dalam kondisi lembap
- Kurang menjaga kebersihan dan kekeringan area lipatan tubuh
- Sering menggunakan pakaian, handuk, atau perlengkapan pribadi secara bergantian
- Mengalami infeksi jamur pada kaki yang kemudian menyebar ke selangkangan
- Memiliki berat badan berlebih, sehingga lipatan kulit lebih mudah lembap
- Sering melakukan aktivitas olahraga yang menyebabkan banyak berkeringat
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa infeksi tinea bisa menyebar melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi, benda yang terkontaminasi seperti handuk dan sprei, maupun permukaan tertentu.
Apakah Infeksi Jamur Selangkangan Bisa Menular?
Ya, infeksi jamur di selangkangan bisa menular. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi maupun penggunaan barang pribadi secara bersama, seperti handuk dan pakaian.
Pada jenis dermatofitosis tertentu, termasuk infeksi yang disebabkan Trichophyton indotineae, penularan antarmanusia bisa terjadi dengan mudah dan beberapa laporan juga menunjukkan kemungkinan penularan melalui kontak seksual.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari berbagi pakaian, handuk, atau perlengkapan pribadi dengan orang lain ketika sedang mengalami infeksi.
Bagaimana Cara Mengatasi Infeksi Jamur?
Penanganan bergantung pada tingkat keparahan dan penyebab infeksi. Infeksi jamur pada kulit tertentu bisa tertangani menggunakan obat antijamur topikal, sedangkan kasus yang luas atau sulit tertangani bisa membutuhkan obat resep dan evaluasi dokter.
Selain pengobatan, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah infeksi semakin parah, antara lain:
- Jaga area selangkangan tetap kering
- Segera ganti pakaian setelah berkeringat
- Gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat
- Jangan berbagi handuk atau pakaian dengan orang lain
- Hindari menggaruk area yang gatal
- Periksa dan obati infeksi jamur pada kaki jika ada
Penting untuk menghindari penggunaan krim yang mengandung zat tertentu tanpa pemeriksaan atau anjuran dokter. Beberapa zat tertentu bisa membuat infeksi jamur semakin parah atau mengubah tampilannya, sehingga lebih sulit dikenali.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman, seperti di Klinik Apollo Jakarta, terutama jika:
- Gatal dan ruam semakin meluas
- Keluhan tidak membaik setelah mendapatkan perawatan
- Kulit terasa sangat nyeri atau meradang
- Muncul luka, nanah, atau tanda infeksi sekunder
- Infeksi sering kambuh
- Pengobatan antijamur sebelumnya tidak memberikan hasil
Dokter bisa melakukan pemeriksaan langsung pada kulit. Jika diagnosis belum jelas atau infeksi sulit tertangani, pemeriksaan sampel kulit bisa dilakukan untuk membantu memastikan penyebabnya.
Hal ini penting karena tidak semua ruam di selangkangan disebabkan oleh jamur. Beberapa kondisi kulit lain, bisa memiliki gejala yang mirip sehingga membutuhkan penanganan berbeda.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami infeksi jamur selangkangan
Kesimpulan
Infeksi jamur selangkangan atau tinea cruris, umumnya ditandai dengan gatal, kemerahan, ruam, kulit bersisik, dan rasa perih pada area lipatan paha. Kondisi lembap, keringat berlebih, pakaian ketat, serta kontak dengan kulit atau benda yang terkontaminasi bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Penanganan yang tepat, bisa membantu mengurangi keluhan dan mencegah infeksi menyebar. Jika gejala menetap, semakin luas, atau tidak membaik dengan pengobatan, segera konsultasikan dengan dokter.
FAQ Seputar Infeksi Jamur Selangkangan
1. Apakah Infeksi Jamur Selangkangan Berbahaya?
Umumnya tidak berbahaya dan terbatas pada lapisan kulit. Namun, infeksi yang tidak tertangani bisa meluas dan menyebabkan rasa gatal, iritasi, serta ketidaknyamanan.
2. Apakah Infeksi Jamur bisa Sembuh?
Ya. Sebagian besar infeksi jamur kulit bisa tertangani dengan terapi antijamur yang sesuai. Lama pengobatan bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan infeksi.
3. Apakah Boleh Menggaruk Selangkangan yang Gatal?
Sebaiknya tidak. Menggaruk bisa menyebabkan luka pada kulit dan meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi sekunder.
4. Apakah Infeksi Jamur Selangkangan Menular Melalui Hubungan Seksual?
Infeksi tinea bisa menular melalui kontak kulit. Beberapa jenis dermatofit juga dilaporkan bisa menular melalui kontak seksual.
5. Mengapa Infeksi Jamur Sering Kambuh?
Kekambuhan bisa berkaitan dengan area yang tetap lembap, keringat berlebih, paparan ulang dari orang atau barang yang terinfeksi, maupun adanya infeksi jamur di bagian tubuh lain seperti kaki.
Baca Juga: Penis Berjamur: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Cek Penyebab dan Gejala Infeksi Jamur Selangkangan di Klinik Apollo Jakarta
Infeksi jamur di area selangkangan, bisa terjadi karena berbagai faktor dan bisa menyebabkan gejala yang mengganggu.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kamu bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini juga bisa Anda akses dengan mudah, melalui Chat Whatsapp yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat ya.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta




