Klinik Apollo, Jakarta – Mengenali penyebab penis lecet, yang bisa menimbulkan rasa perih, nyeri, gatal, kemerahan, bahkan luka pada kulit penis, bisa membantu mengatasi gejala lebih cepat dan juga tepat.

Gesekan saat berhubungan seksual, penggunaan produk tertentu, hingga penyakit kulit bisa menjadi penis lecet.

Namun, penis yang lecet disertai luka, lepuhan, nanah, atau tidak kunjung sembuh perlu diperiksa karena bisa berkaitan dengan infeksi, termasuk infeksi menular seksual (IMS). Simak penjelasannya!

Penyebab Penis Lecet

Berikut merupakan beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kulit penis menjadi lecet, antara lain:

1. Gesekan Berlebihan

Gesekan saat berhubungan seksual atau masturbasi, bisa menyebabkan iritasi dan luka kecil pada kulit penis, terutama jika dilakukan terlalu lama atau dengan pelumasan yang kurang.

Selain itu, gesekan juga bisa memperburuk kulit yang sudah mengalami iritasi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat bahwa trauma dan gesekan bisa menjadi salah satu penyebab lesi pada area genital.

2. Iritasi atau Dermatitis Kontak

Penggunaan sabun, deterjen, antiseptik, parfum, atau produk perawatan tertentu bisa mengiritasi kulit penis. Pada sebagian orang, bahan tertentu juga bisa memicu reaksi alergi.

Menurut National Health Service (NHS), dermatitis kontak bisa disebabkan oleh iritan maupun alergen, dan kondisi ini bisa semakin parah akibat gesekan.

3. Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada kepala penis (glans). Kondisi ini bisa menyebabkan penis menjadi merah, gatal, perih, bengkak, dan terkadang mengalami luka atau lecet.

Balanitis bisa dipicu oleh iritasi, kebersihan yang kurang baik, infeksi jamur, bakteri, maupun kondisi lainnya.

4. Infeksi Jamur

Infeksi jamur, terutama Candida, dapat menyebabkan peradangan pada kepala penis. Gejalanya bisa berupa kemerahan, gatal, rasa terbakar, kulit mengelupas, hingga lecet.

CDC menjelaskan bahwa sebagian pria bisa mengalami balanitis yang menyebabkan kemerahan dan rasa gatal atau iritasi pada kepala penis.

5. Eksim atau Psoriasis

Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis, juga bisa mengenai area genital. Kulit yang mengalami peradangan biasanya terasa gatal, kering, bersisik, atau mudah mengalami luka akibat garukan.

Jika penis lecet berulang tanpa adanya aktivitas seksual atau penggunaan produk baru, kondisi kulit perlu dipertimbangkan sebagai salah satu penyebabnya.

6. Herpes Genital

Herpes genital merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Gejalanya bisa berupa lepuhan kecil, yang kemudian pecah dan menjadi luka atau lecet yang terasa nyeri.

CDC menyebutkan bahwa herpes genital bisa menyebabkan lepuhan pada area genital, yang kemudian pecah dan meninggalkan luka. Pemeriksaan dokter anjurkan pada orang yang mengalami gejala genital.

7. Sifilis dan Infeksi Menular Seksual Lainnya

Luka pada penis juga bisa menjadi tanda infeksi menular seksual tertentu, termasuk sifilis. Pada tahap awal, sifilis bisa menyebabkan luka yang umumnya berbentuk bulat, terasa keras, dan sering kali tidak nyeri.

Karena beberapa penyakit menular seksual, bisa menimbulkan luka yang tampak mirip, diagnosis sebaiknya tidak hanya berdasarkan penampilan luka. CDC merekomendasikan evaluasi medis pada seseorang yang mengalami luka atau ulkus genital.

Cara Mengatasi Penis Lecet

Penanganan penis lecet, perlu sesuai dengan penyebabnya. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Hentikan sementara aktivitas yang menyebabkan gesekan

2. Bersihkan penis secara lembut menggunakan air dan hindari sabun atau produk beraroma pada area yang lecet

3. Jaga area genital tetap bersih dan kering

4. Hindari menggaruk atau mengelupas kulit yang sedang mengalami luka

5. Gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat

6. Hindari hubungan seksual sampai penyebab lecet diketahui, terutama jika terdapat luka, lepuhan, atau cairan abnormal

7. Jangan sembarangan menggunakan krim antibioti, antijamur, atau kortikosteroid tanpa mengetahui penyebabnya

Jika penyebabnya adalah infeksi, dokter bisa memberikan pengobatan yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan.

Kapan Penis Lecet Harus Pria Periksakan?

Tidak semua penis lecet merupakan kondisi serius. Namun, pemeriksaan medis sebaiknya Anda lakukan jika:

  • Lecet tidak membaik atau semakin parah
  • Muncul lepuhan atau luka terbuka
  • Keluar nanah atau cairan dari penis
  • Penis terasa sangat nyeri atau bengkak
  • Rasa terbakar ketika buang air kecil
  • Muncul benjolan atau ruam pada area genital
  • Lecet muncul setelah hubungan seksual berisiko

Terlebih jika terdapat luka genital yang tidak jelas penyebabnya, pemeriksaan penting dilakukan karena herpes, sifilis, dan beberapa infeksi lainnya bisa menimbulkan lesi genital yang serupa.

Jangan Menganggap Semua Penis Lecet Sebagai Iritasi Biasa

Penis lecet dapat terjadi akibat hal sederhana, seperti gesekan atau iritasi produk, tetapi juga bisa berkaitan dengan balanitis, infeksi jamur, penyakit kulit, maupun infeksi menular seksual.

Jika luka berulang, sulit sembuh, atau disertai gejala lain seperti lepuhan, nanah, nyeri saat buang air kecil, dan cairan dari penis, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan berbagai keluhan kesehatan genital secara profesional dan menjaga privasi pasien.

penyebab penis lecet 2

Ilustrasi seorang pria yang berkonsultasi dengan dokter tentang penyebab penis lecet

FAQ Seputar Penis Lecet

1. Apakah Penis Lecet Bisa Sembuh Sendiri?

Jika terjadi akibat gesekan atau iritasi ringan, penis lecet bisa membaik setelah pemicunya dihindari dan kulit diberikan waktu untuk pulih. Namun, lecet yang menetap atau berulang perlu diperiksa.

2. Apakah Penis Lecet Selalu Berarti IMS?

Tidak. Penis lecet bisa disebabkan oleh gesekan, iritasi, dermatitis, infeksi jamur, atau balanitis. Namun, luka atau lepuhan pada penis juga bisa menjadi tanda IMS sehingga perlu dievaluasi jika terdapat faktor risiko.

3. Bolehkah Berhubungan Seksual saat Penis Lecet?

Sebaiknya tunda sampai luka sembuh dan penyebabnya diketahui, terutama jika lecet disertai lepuhan, luka terbuka, cairan, atau nyeri.

4. Apakah Herpes Bisa Menyebabkan Penis Lecet?

Ya. Herpes genital bisa menyebabkan lepuhan yang kemudian pecah dan berubah menjadi luka atau lecet yang terasa nyeri.

5. Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa jika penis lecet tidak kunjung sembuh, semakin parah, sering kambuh, atau disertai nanah, lepuhan, luka terbuka, pembengkakan, nyeri saat buang air kecil, maupun gejala lain yang mengarah pada infeksi.

Baca Juga: Kenapa Penis Berwarna Merah? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya

Kenali Penyebab Penis Lecet dengan Berkonsultasi di Klinik Apollo Jakarta

Penting untuk mengenali penyebab penis lecet, untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan optimal.

Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami, bisa membantu Anda untuk mendapatkan peralatan dan fasilitas medis yang lengkap.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Konsultasikan Keluhan Anda Bersama Dokter Online. Gratis!

Langsung saja konsultasi online atau reservasi online di nomor +62821-1099-9870 atau dapat mengklik link Konsultasi Gratis. Rahasia Terjamin.

penyakit menular seksual pms
Andrologi
Ginekologi

Lokasi Klinik Utama Apollo

Comments