Klinik Apollo, Jakarta – Banyak penderita yang bertanya, bolehkah berhubungan intim saat terkena infeksi jamur? Pasalnya, infeksi jamur bukanlah penyakit menular seksual. Infeksi jamur pada area genital, terutama kandidiasis vagina, bisa menyebabkan gatal, kemerahan, iritasi, dan keputihan yang tidak normal.

Secara umum, sebaiknya menunda hubungan intim sampai gejala membaik dan infeksi telah tertangani. Meskipun tidak menular, hubungan seksual saat infeksi masih aktif bisa memperparah iritasi dan membuat proses pemulihan menjadi lebih tidak nyaman.

Apa Itu Infeksi Jamur pada Area Genital?

Infeksi jamur genital umumnya disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur Candida. Pada wanita, kondisi ini dikenal sebagai kandidiasis vulvovaginal. Gejalanya bisa berupa:

  • Gatal atau rasa terbakar pada vagina dan vulva
  • Kemerahan dan pembengkakan
  • Keputihan putih dan kental
  • Rasa perih saat buang air kecil
  • Nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan intim

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kandidiasis vulvovaginal umumnya tidak dikategorikan sebagai infeksi menular seksual (IMS), meskipun aktivitas seksual dapat berperan dalam munculnya atau kambuhnya gejala pada sebagian orang.

Bolehkah Berhubungan Intim saat Infeksi Jamur?

Sebaiknya tidak berhubungan intim selama gejala infeksi jamur masih muncul. Hubungan seksual bisa menyebabkan gesekan pada jaringan genital, yang sedang mengalami peradangan.

Akibatnya, rasa gatal, perih, terbakar, atau nyeri bisa menjadi lebih berat. Selain itu, berhubungan intim ketika masih mengalami infeksi, bisa membuat penderita merasa semakin tidak nyaman dan berpotensi mengganggu proses pemulihan.

Risiko Berhubungan Intim saat Mengalami Infeksi Jamur

Berikut merupakan beberapa risiko berhubungan intim saat mengalami infeksi jamur, antara lain:

1. Gejala Bisa Semakin Parah – Gesekan selama hubungan seksual, bisa mengiritasi kulit dan jaringan genital yang sudah meradang. Kondisi tersebut bisa membuat rasa nyeri, gatal, atau terbakar semakin terasa.

2. Menimbulkan Nyeri saat Berhubungan – Infeksi jamur bisa menyebabkan peradangan sehingga penetrasi menjadi terasa sakit. Jika dipaksakan, rasa tidak nyaman bisa semakin meningkat.

3. Menyebabkan Iritasi atau Luka Kecil – Jaringan yang mengalami peradangan lebih sensitif terhadap gesekan. Hubungan seksual bisa menyebabkan iritasi atau luka kecil yang membuat area genital semakin tidak nyaman.

4. Pengobatan Menjadi Kurang Nyaman – Beberapa obat antijamur yang digunakan pada vagina berbentuk krim atau obat yang dimasukkan ke dalam vagina. Aktivitas seksual selama penggunaan obat, bisa membuat pengobatan terasa kurang nyaman.

CDC juga mengingatkan bahwa beberapa sediaan antijamur vaginal berbahan dasar minyak, bisa melemahkan kondom atau diafragma berbahan lateks. Oleh karena itu, perhatikan petunjuk penggunaan obat yang diberikan.

Apakah Infeksi Jamur Bisa Menular Kepada Pasangan?

Infeksi jamur vagina bukan infeksi menular seksual, tetapi jamur Candida bisa ditemukan pada area genital tanpa menyebabkan penyakit.

Pada sebagian kecil kasus, pasangan seksual bisa mengalami iritasi atau peradangan pada penis setelah kontak dengan pasangan yang mengalami kandidiasis. Namun, pasangan tanpa gejala umumnya tidak memerlukan pengobatan rutin.

Jika pasangan mengalami kemerahan, gatal, ruam, atau rasa tidak nyaman pada penis, sebaiknya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Kapan Boleh Berhubungan Intim Lagi?

Tidak ada satu batas waktu yang berlaku untuk semua orang. Waktu yang lebih tepat untuk kembali berhubungan intim adalah ketika:

  • Gejala seperti gatal dan rasa terbakar sudah membaik
  • Tidak ada lagi nyeri pada area genital
  • Iritasi dan kemerahan sudah berkurang
  • Pengobatan sudah selesai sesuai anjuran
  • Hubungan seksual tidak lagi menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman

Jika gejala infeksi jamur tidak membaik setelah pengobatan atau justru sering kambuh, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis. Keluhan yang menyerupai infeksi jamur juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti vaginosis bakterialis atau beberapa jenis IMS.

Bagaimana Cara Mengatasi Infeksi Jamur?

Penanganan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan infeksi. Dokter bisa merekomendasikan obat antijamur yang sesuai, baik dalam bentuk obat yang digunakan secara lokal maupun obat minum pada kondisi tertentu. Selama masa pemulihan, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Menjaga area genital tetap bersih dan kering
  • Menghindari penggunaan produk pewangi pada vagina
  • Menggunakan pakaian dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat
  • Menghindari hubungan intim jika menimbulkan nyeri atau memperparah iritasi
  • Mengikuti aturan penggunaan obat hingga selesai

Hindari menggunakan obat secara sembarangan, terutama jika gejala belum pernah didiagnosis sebagai infeksi jamur.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama jika infeksi jamur disertai dengan gejala berikut:

  • Sering kambuh
  • Tidak membaik setelah pengobatan
  • Bau vagina yang menyengat
  • Menimbulkan nyeri panggul
  • Luka atau lepuhan di area genital
  • Perdarahan yang tidak biasa
  • Terjadi saat hamil

Pemeriksaan penting untuk memastikan penyebab keluhan, karena gejala infeksi jamur bisa menyerupai beberapa kondisi vagina lainnya.

Kesimpulan

Bolehkah berhubungan intim saat infeksi jamur? Sebaiknya ditunda terlebih dahulu sampai gejala membaik dan pengobatan selesai. Hubungan seksual ketika area genital sedang meradang dapat memperparah iritasi, meningkatkan rasa nyeri, dan membuat aktivitas seksual menjadi tidak nyaman.

Jika keluhan menetap atau berulang, pemeriksaan dokter di Klinik Apollo Jakarta perlu agar penyebabnya bisa dipastikan dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.

berhubungan intim saat infeksi jamur 2_2_11zon

Ilustrasi pasangan yang terinfeksi jamur

FAQ Seputar Hubungan Seksual saat Terkena Infeksi Jamur

1. Apakah Boleh Berhubungan Intim saat Keputihan Karena Jamur?

Sebaiknya ditunda sampai infeksi teratasi, terutama jika terdapat gatal, perih, kemerahan, atau nyeri saat berhubungan.

2. Apakah Hubungan Intim Bisa Membuat Infeksi Jamur Semakin Parah?

Bisa. Gesekan saat berhubungan seksual bisa memperburuk iritasi dan membuat gejala seperti perih atau gatal semakin terasa.

3. Apakah Infeksi Jamur Vagina Menular Melalui Hubungan Seksual?

Kandidiasis vagina umumnya bukan IMS. Namun, pada kondisi tertentu pasangan bisa mengalami iritasi genital setelah kontak seksual.

4. Berapa Lama Harus Menunggu untuk Berhubungan Intim Setelah Infeksi Jamur?

Tidak ada waktu yang sama untuk setiap orang. Sebaiknya tunggu sampai gejala membaik, pengobatan telah selesai sesuai anjuran, dan hubungan seksual tidak lagi menimbulkan rasa sakit.

5. Bagaimana Jika Infeksi Jamur Sering Kambuh Setelah Berhubungan Intim?

Infeksi yang sering kambuh, perlu diperiksa dokter untuk memastikan diagnosis dan mencari faktor yang mungkin memicu kekambuhan. Jangan menganggap semua keputihan atau gatal sebagai infeksi jamur.

Baca Juga: Berapa Lama Infeksi Jamur Miss V Sembuh? Ini Faktanya

Konsultasikan dengan Dokter Terkait Infeksi Jamur dan Hubungan Seks di Klinik Apollo Jakarta

Dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu Anda untuk memberikan informasi lengkap mengenali infeksi jamur dan hubungan seksual.

Jangan cemas! Dengan fasilitas dan juga peralatan medis yang lengkap, Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

penyakit menular seksual pms
Andrologi
Ginekologi

Lokasi Klinik Utama Apollo

Comments