Klinik Apollo, Jakarta – Masih banyak orang yang salah paham dan mengira bahwa kencing nanah termasuk tanda pasti dari seseorang yang terkena HIV.
Padahal, secara medis, kencing nanah dan HIV adalah dua kondisi yang berbeda, meskipun sama-sama termasuk penyakit menular seksual (PMS).
Agar tidak semakin keliru dan menimbulkan kepanikann berlebih, penting untuk memahami fakta medis tentang kencing nanah apakah termasuk HIV berikut ini.
Mengenal Infeksi Gonore (Kencing Bernanah)
Kencing nanah adalah istilah awam untuk gonore, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Penyakit ini dapat menyerang pria maupun wanita, dan umumnya menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman. Gejala kencing nanah bisa berupa:
- Keluar cairan seperti nanah dari penis atau vagina
- Nyeri atau perih saat buang air kecil
- Sering ingin kencing
- Nyeri pada testis atau perut bagian bawah
Pada sebagian orang, infeksi gonore juga bisa terjadi tanpa gejala sehingga sering tidak penderita sadari.
Mitos Kencing Nanah Termasuk HIV
Banyak orang mengira bahwa setiap penyakit kelamin, termasuk kencing nanah, otomatis tanda dari HIV. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Kencing nanah memang termasuk penyakit menular seksual, tetapi bukan HIV. Penyebab, cara kerja penyakit, hingga pengobatannya pun sangat berbeda.
1. Kencing nanah disebabkan oleh bakteri, dan dapat sembuh dengan antibiotik yang tepat.
2. HIV disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan memerlukan terapi jangka panjang.
Kesalahpahaman ini sering muncul karena kedua penyakit tersebut sama-sama dapat menular melalui hubungan seksual dan sering dibicarakan bersamaan.
Fakta Kencing Nanah Termasuk Pemicu HIV
Meski infeksi gonore bukanlah gejala dari HIV, fakta medis menunjukkan bahwa gonore dapat meningkatkan risiko tertular HIV.
Peradangan dan luka pada saluran kemih akibat kencing nanah, dapat mempermudah virus HIV masuk ke dalam tubuh saat melakukan hubungan seksual berisiko.
Artinya, seseorang yang menderita kencing nanah dan tidak segera diobati memiliki peluang lebih besar untuk tertular HIV dibandingkan orang tanpa infeksi menular seksual.

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami kencing nanah
Pentingnya Diagnosis dan Pengobatan Dini
Karena gejalanya bisa mirip dengan PMS lain, satu-satunya cara memastikan apakah seseorang mengalami kencing nanah, HIV, atau keduanya adalah melalui pemeriksaan medis.
Dokter Klinik Apollo Jakarta menjelaskan bahwa diagnosis dan pengobatan medis sejak dini sangatlah penting, untuk:
- Mencegah komplikasi serius
- Menurunkan risiko penularan ke pasangan
- Mengurangi kemungkinan tertular HIV
- Mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya
Jika Anda mengalami gejala seperti keluar cairan tidak normal dari kelamin, nyeri saat kencing, atau memiliki riwayat hubungan seksual berisiko, jangan tunda pemeriksaan medis.
Baca Juga: Simak! Biaya Pengobatan Kencing Nanah Terjangkau di Jakarta
Tangani Kencing Nanah Sebelum Memicu HIV di Klinik Apollo Jakarta
Seperti yang telah dijelaskan di atas, banyak mitos yang beredar bahwa “kencing nanah termasuk HIV”.
Namun, dokter menjelaskan bahwa kedua jenis infeksi menular seksual ini tidaklah sama dan memerlukan penanganan medis yang tepat.
Jangan khawatir! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta yang bisa membantu melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Anda juga bisa berkonsultasi kapan dan di mana saja, melalui layanan Konsultasi Dokter Online yang mudah Anda gunakan.
Layanan ini tersedia melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan bisa Anda gunakan secara gratis!
Jadi, tunggu apalagi? Segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat ya.




