Klinik Apollo, Jakarta – Vagina gatal dan perih merupakan keluhan yang cukup umum dan bisa terjadi karena berbagai kondisi, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi pada vagina. Keluhan ini terkadang disertai dengan gejala yang mengganggu kenyamanan sehari-hari.

Meski cukup umum, penyebabnya tidak selalu bisa diketahui hanya berdasarkan gejala. Oleh karena itu, pemeriksaan medis bisa membantu menentukan penyebab dan pengobatan yang sesuai. Mari simak penjelasannya berikut ini.

Berbagai Penyebab Vagina Gatal dan Perih

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan vagina terasa gatal dan perih, antara lain:

1. Infeksi Jamur Vagina

Infeksi jamur atau kandidiasis vagina, terjadi akibat pertumbuhan berlebihan jamur Candida. Kondisi ini bisa menyebabkan:

  • Gatal pada vagina atau vulva
  • Rasa perih dan nyeri
  • Kemerahan atau pembengkakan
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Keputihan putih kental pada sebagian kasus

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala kandidiasis vagina bisa berupa gatal, nyeri, rasa tidak nyaman saat buang air kecil, nyeri ketika berhubungan seksual, dan perubahan keputihan. Namun, gejala tersebut tidak secara khusus hanya menunjukkan infeksi jamur sehingga pemeriksaan bisa diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

2. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis (BV) terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina mengalami perubahan. Kondisi ini bisa menyebabkan:

  • Gatal atau rasa terbakar pada vagina
  • Keputihan tipis berwarna putih atau abu-abu
  • Bau amis yang lebih kuat, terutama setelah berhubungan seksual
  • Rasa terbakar saat buang air kecil

CDC menjelaskan bahwa BV merupakan kondisi vagina yang umum dan bisa terjadi, meskipun seseorang tidak melakukan aktivitas seksual. Douching atau penggunaan cairan pembersih vagina tertentu, juga bisa meningkatkan risikonya.

3. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa jenis infeksi menular seksual (IMS) juga bisa menyebabkan vagina gatal, perih, atau rasa terbakar. Salah satunya adalah trikomoniasis yang terjadi akibat parasit Trichomonas vaginalis. Selain gatal dan iritasi, gejalanya bisa berupa:

  • Keputihan yang tidak normal
  • Bau vagina yang berbeda dari biasanya
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Iritasi pada area genital

Karena beberapa infeksi menular seksual bisa memiliki gejala yang mirip dengan infeksi vagina lainnya, pemeriksaan perlu untuk mengetahui penyebab secara lebih akurat.

4. Iritasi atau Reaksi Alergi

Vagina dan kulit di sekitarnya bisa mengalami iritasi akibat penggunaan produk tertentu, seperti:

  • Sabun atau pembersih dengan pewangi
  • Parfum atau deodoran area kewanitaan
  • Deterjen yang tertinggal pada pakaian dalam
  • Pembalut atau pantyliner tertentu
  • Pelumas yang tidak cocok
  • Produk untuk membersihkan bagian dalam vagina

Menurut National Health Service (NHS), vaginitis juga bisa terjadi akibat  iritasi karena sabun, cedera, atau benda yang tertinggal di dalam vagina.

5. Perubahan Hormon

Perubahan kadar hormon, misalnya saat menopause atau kondisi tertentu, bisa menyebabkan vagina menjadi lebih kering. Kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa gatal, perih, dan nyeri ketika berhubungan seksual.

NHS menyebutkan bahwa perubahan hormon akibat menopause, menyusui, atau beberapa jenis kontrasepsi dapat berkaitan dengan kekeringan dan rasa tidak nyaman pada vagina.

Gejala yang Bisa Muncul Bersamaan Vagina Gatal dan Perih

Selain rasa gatal dan perih di area Miss V, ada beberapa gejala lain yang perlu wanita perhatikan, antara lain:

  • Keputihan berubah warna, bau, atau tekstur
  • Keputihan menjadi lebih banyak dari biasanya
  • Bau vagina yang menyengat
  • Kemerahan atau pembengkakan pada vulva
  • Luka atau lecet di sekitar vagina
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri ketika berhubungan seksual
  • Perdarahan atau bercak di luar menstruasi
  • Nyeri pada bagian bawah perut

NHS menyebutkan bahwa vaginitis bisa menyebabkan gatal, nyeri, perubahan keputihan, kekeringan, nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual, serta kemerahan atau pembengkakan pada area sekitar vagina.

Cara Mengatasi Gatal dan Perih pada Miss V

Penanganan tentu harus sesuai dengan penyebabnya. Dokter bisa memberikan pengobatan berupa:

  • Obat antijamur untuk infeksi jamur
  • Antibiotik untuk infeksi bakteri tertentu
  • Obat atau terapi khusus untuk mengatasi infeksi menular seksual
  • Pelembap atau pelumas vagina pada kondisi tertentu yang berkaitan dengan kekeringan
  • Pengobatan lain jika keluhan terjadi akibat penyakit kulit atau gangguan non-infeksi

CDC menekankan bahwa gejala vagina gatal, perih, iritasi, atau keputihan tidak selalu dapat menentukan penyebab secara tepat hanya berdasarkan riwayat keluhan. Pemeriksaan dan tes laboratorium dapat membantu menentukan penyebabnya.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari membeli atau menggunakan obat secara sembarangan sebelum mengetahui penyebabnya.

Cara Mengurangi Risiko Vagina Gatal dan Perih

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang bisa membantu menjaga kesehatan area kewanitaan, antara lain:

  • Membersihkan area luar vagina menggunakan air dan mengeringkannya dengan baik.
  • Hindari membersihkan bagian dalam vagina atau melakukan douching.
  • Hindari sabun dan produk kewanitaan yang mengandung pewangi.
  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman dan bisa menyerap keringat.
  • Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat
  • Ganti pakaian dalam jika sudah lembap
  • Gunakan kondom untuk membantu mengurangi risiko IMS
  • Jangan menggunakan antibiotik atau obat antijamur tanpa petunjuk yang sesuai

CDC juga menyarankan penggunaan pakaian dalam berbahan katun, pakaian yang tidak terlalu ketat, serta menjaga area genital tetap bersih dan kering untuk membantu mengurangi risiko kandidiasis vagina.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman, terutama jika vagina gatal dan perih disertai gejala berikut:

  • Terasa semakin berat
  • Tidak membaik atau sering kambuh
  • Keputihan yang tidak biasa
  • Bau vagina yang menyengat
  • Menimbulkan nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual
  • Muncul setelah berhubungan seksual dengan pasangan baru
  • Nyeri pada perut bagian bawah, demam, atau perdarahan yang tidak biasa

Pemeriksaan bisa membantu membedakan infeksi jamur, vaginosis bakterialis, IMS, iritasi, maupun penyebab lainnya.

vagina gatal dan perih 2_4_11zon

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami vagina gatal dan perih

Kesimpulan

Vagina gatal dan perih sebaiknya tidak Anda anggap sepele, terutama jika keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai perubahan keputihan dan nyeri. Penyebab yang berbeda membutuhkan penanganan yang berbeda pula.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan, untuk membantu mengetahui penyebab keluhan pada area kewanitaan. Dengan pemeriksaan yang sesuai, dokter bisa menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi yang ditemukan.

FAQ Seputar Gatal dan Perih pada Miss V

1. Apakah Miss V Gatal dan Perih Selalu Terjadi Akibat Infeksi Jamur?

Tidak. Keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh vaginosis bakterialis, IMS, iritasi produk kewanitaan, perubahan hormon, atau kondisi kulit. Gejalanya bisa saling menyerupai sehingga penyebabnya perlu dipastikan.

2. Apakah Vagina Gatal Tanpa Keputihan Tetap Perlu Pemeriksaan?

Jika gatal berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau muncul rasa perih, kemerahan, luka, atau nyeri saat buang air kecil, sebaiknya Anda periksakan. Tidak semua gangguan vagina menyebabkan keputihan.

3. Bolehkah Menggunakan Sabun Kewanitaan saat Vagina Gatal?

Sebaiknya hindari produk beraroma atau penggunaan sabun di bagian dalam vagina, karena bisa menyebabkan iritasi dan mengganggu keseimbangan alami vagina. Bersihkan bagian luar vagina dengan air dan keringkan dengan baik.

4. Apakah Miss V Gatal dan Perih Bisa Sembuh?

Sebagian besar penyebab bisa tertangani, tetapi pengobatannya bergantung pada penyebab. Infeksi jamur, bakteri, dan IMS memiliki penanganan yang berbeda sehingga diagnosis yang tepat penting dilakukan.

5. Apakah Miss V Gatal dan Perih Bisa Terjadi Akibat IMS?

Bisa. Beberapa IMS, termasuk trikomoniasis, bisa menyebabkan gatal, iritasi, nyeri saat buang air kecil, dan perubahan keputihan. Jika keluhan muncul setelah aktivitas seksual berisiko, pemeriksaan IMS bisa dipertimbangkan.

Baca Juga: Infeksi Jamur Kandidiasis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Cek Penyebab Pasti Vagina Gatal dan Perih di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali penyebab pasti dari ketidaknyamanan di area vagina, bisa membantu wanita untuk mengambil langkah penanganan yang tepat.

Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.

Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

penyakit menular seksual pms
Andrologi
Ginekologi

Lokasi Klinik Utama Apollo

Comments