Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Banyak wanita yang menjalani pengobatan atau perawatan rumahan untuk mengatasi infeksi jamur vagina.
Ya, infeksi jamur vagina merupakan kondisi yang cukup umum dan terkadang disebabkan oleh kebersihan area genital yang kurang baik.
Hal inilah yang membuat banyak wanita merasa kondisi ini ringan. Namun, ada beberapa kesalahan pengobatan infeksi jamur vagina yang mungkin Anda lakukan. Mari simak!
Mengenal Infeksi Jamur Vagina dan Gejalanya
Infeksi jamru vagina terjadi ketika ada pertumbuhan berlebih dari jamur Candida, yang secara alami ada di dalam vagina.
Ketika keseimbangan pH terganggu, jamur ini bisa berkembang biak dan menyebabkan gejala yang tidak nyaman. Gejala yang umum terjadi antara lain:
- Gatal dan iritasi hebat di area vagina dan vulva
- Sensasi terbakar saat buang air kecil
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Nyeri di area vagina
- Cairan keputih kental, berwarna putih, dan tidak berbau
Gejala-gejala ini juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis lainnya. Sehingga pengobatan dan perawatan medis sangatlah diperlukan.
Kesalahan dalam Pengobatan Infeksi Jamur Vagina
Menjalani pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter, adalah salah satu penyebab utamanya. Berikut adalah beberapa keselahan dalam pengobatan infeksi jamur vagina:
1. Menggunakan Obat Bebas Tanpa Diagnosis Tepat
Salah satu kesalahan terbesar adalah langsung membeli obat antijamur, tanpa pemeriksaan dokter. Tanpa diagnosis yang tepat, Anda bisa menggunakan obat yang salah dan tidak tepat.
2. Berhenti Berobat Setelah Gejala Hilang
Meskipun gejala seperti gatal dan nyeri sudah hilang setelah beberapa hari pengobatan, penting untuk menyelesaikan seluruh dosis obat sesuai dengan anjuran.
3. Menggunakan Obat yang Tidak Sesuai Dosis atau Jenisnya
Obat antijamur tersedia dalam berbagai bentuk, seperti krim, salep, dan tablet oral. Menggunakan jenis obat yang tidak tepat, dapat menghambat proses penyembuhan.
4. Tidak Memperhatikan Kebersihan dan Gaya Hidup
Pengobatan tidak akan efektif, jika Anda tidak mengubah kebiasaan yang memicu infeksi jamur. Berikut beberapa kebiasan yang perlu Anda hindari, antara lain:
- Mengenakan pakaian dalam yang ketat
- Tidak membersihkan area genital dengan benar
- Mengonsumsi terlalu banyak gula, yang bisa memicu pertumbuhan jamur
- Menggunakan sabun mandi biasa untuk membersihkan area intim
5. Tidak Mengobati Pasangan Seksual (Jika Diperlukan)
Infeksi jamur vagina bukanlah PMS, tetapi jamur Candida bisa menular ke pasangan seksual, jika pasangan Anda mengalami gejala mencurigakan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Ilustrasi seorang wanita yang salah menjalani pengobatan infeksi jamur vagina
Kapan Pengobatan Medis Infeksi Jamur Vagina Diperlukan?
Jika infeksi jamur vagina sering kambuh, gejalanya sangat parah, atau tidak membaik setelah pengobatan mandiri, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.
Dokter berpengalaman seperti di Klinik Utama Sentosa, bisa membantu memberikan diagnosis dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Jangan meremehkan infeksi yang tampaknya ringan. Pengobatan yang tepat dan penyesuaian gaya hidup adalah kunci penanganan yang lebih efektif.
Baca Juga: 5 Penyakit yang Sering Sebabkan Vagina Terasa Gatal, Catat dan Jangan Abaikan!
Jalani Pengobatan Infeksi Jamur Vagina dengan Bantuan Dokter di Klinik Utama Sentosa
Pengobatan medis adalah langkah terbaik dalam mengatasi infeksi jamur vagina sepenuhnya, dan mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.
Tidak hanya pengobatan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis berpengalaman di Klinik Utama Sentosa.
Dokter dan tim medis kami, bisa memberikan diagnosis yang akurat hingga pengobatan medis yang tepat, sesuai kondisi masing-masing pasien.
Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan tim medis kami kapan saja, melalui layanan Konsultasi Dokter Online.
Selain itu, Anda juga bisa bertanya langsung dengan tim medis kami melalui Chat Whatsapp yang beroperasi selama 24 jam, gratis!
Jad, tunggu apalagi? Segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan penanganan yang tepat.




