Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Banyak wanita mendapati munculnya bercak merah di area vagina, terutama setelah berhubungan intim.
Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama jika disertai rasa gatal, perih, atau nyeri. Lalu, apakah benar bercak merah tersebut menandakan IMS?
Mari kita simak berbagai kondisi medis, yang bisa menyebabkan munculnya bercak merah di vagina setelah berhubungan seksual di bawah ini!
Apakah Bercak Merah di Vagina Setelah Berhubungan Jadi Tanda IMS?
Tidak selalu. Bercak merah setelah berhubungan intim tidak selalu berarti infeksi menular seksual, tetapi bisa menjadi salah satu gejalanya, terutama jika disertai keluhan berikut:
- Keputihan tidak normal
- Nyeri saat buang air kecil
- Bau tidak sedap
Selain IMS, bercak merah dapat disebabkan oleh iritasi, alergi, atau infeksi jamur maupun bakteri. Karena itu, pemeriksaan medis tetap penting untuk memastikan penyebab pastinya.
Penyebab Bercak Merah di Vagina Setelah Berhubungan
Bercak merah di vagina setelah berhubungan, bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi, termasuk:
1. Iritasi Akibat Gesekan saat Berhubungan
Gesekan berlebih saat berhubungan seksual, dapat menyebabkan kulit di area vagina mengalami iritasi, kemerahan, hingga lecet. Kondisi ini biasanya terjadi karena:
- Kurangnya pelumas alami
- Aktivitas seksual yang terlalu kasar
- Durasi hubungan intim yang terlalu lama
Biasanya, bercak merah ini akan membaik dalam 1-2 hari, terutama jika tidak disertai dengan infeksi.
2. Alergi dari Produk Tertentu
Area vagina sangatlah sensitif, terutama pada area zat kimia tertentu. Alergi bisa muncul akibat produk-produk berikut:
- Kondom lateks
- Pelumas beraroma
- Sabun kewanitaan
- Tisu basah
- Produk deterjen pada pakaian dalam
Reaksi alergi ini dapat memicu kemerahan, gatal, hingga pembengkakan di area genital setelah berhubungan seksual.
3. Infeksi Jamur (Kandidiasis)
Infeksi jamur Candida atau kandidiasis, merupakan salah satu infeksi yang umum terjadi pada wanita dan bisa menyebabkan:
- Bercak merah di sekitar vagina
- Gatal parah
- Keputihan kental seperti susu
- Rasa perih saat buang air kecil
- Nyeri saat berhubungan seksual
Kondisi ini bisa bertambah parah, terutama setelah aktivitas seksual karena gesekan memperparah iritasi kulit yang sudah sensitif.
4. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa jenis infeksi menular seksual juga bisa menyebabkan bercak merah atau ruam pada area vagina, seperti:
- Herpes Genital – Memicu ruam merah yang berubah menjadi lepuh berisi cairan
- Klamidia atau Gonore – Menyebabkan peradangan yang memicu kemerahan dan nyeri
- Sifilis – Pada tahap awal, dapat menimbulkan luka atau bercak kemerahan
Jika bercak merah disertai bau tidak sedap, nyeri perut bawah, demam, atau keputihan abnormal, segeralah lakukan pemeriksaan.
5. Infeksi Bakteri (Vaginosis Bakterialis)
Vaginosis bakterialis terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri normal di vagina. Gejalanya meliputi:
- Bercak merah atau iritasi
- Keputihan berbau amis
- Rasa gatal atau terbakar
Gejala bisa semakin terlihat setelah berhubungan seksual, karena perubahan pH pada vagina. Untuk itu, penting bagi wanita untuk tidak mengabaikan kondisi ini.
Kapan Harus Periksa dan Konsultasi dengan Dokter?
Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman, seperti di Klinik Utama Sentosa, terutama jika Anda mengalami:
- Bercak tidak hilangd alam 2-3 hari
- Gatal parah, bau menyengat, dan nyeri parah
- Muncul luka, lepuhan, atau pembengkakan
- Muncul setelah berhubungan tanpa pengaman
- Terjadi berulang kali
Pemeriksaan perlu untuk memastikan penyebabnya, apakah infeksi jamur, bakteri, alergi, atau infeksi menular seksual yang memerlukan pengobatan khusus.

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami bercak merah di vagina
Pentingnya Penanganan Medis yang Tepat
Penanganan tidak boleh sembarangan, terutama jika bercak merah disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS).
Mengobati sendiri tanpa diagnosis yang tepat, dapat memperburuk kondisi dan membuat infeksi semakin menyebar. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, seperti:
- Tes laboratorium IMS
- Pemeriksaan fisik area genital
- Tes pH vagina
- Evaluasi keputihan atau gejala penyerta lainnya
Dengan diagnosis yang tepat, penanganan bisa diberikan sesuai penyebabnya, baik berupa obat antijamur, antibiotik, antivirus, maupun terapi lainnya.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Infeksi Vagina yang Mungkin Lagi Kamu Alami, Segera Obati!
Atasi Bercak Merah di Vagina dengan Perawatan Terbaik di Klinik Utama Sentosa
Bercak merah di vagina bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi medis, termasuk penyakit menular seksual, infeksi bakteri, infeksi jamur, atau iritasi.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di Klinik Utama Sentosa untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dokter dan tim medis kami, akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang dapat memudahkan pasien untuk berkonsultasi.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan dapat Anda akses secara gratis!
Jadi, tunggu apalagi? Segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.




